Rabu, 17 September 2008

Tiket Elektronik dan Harga yang Berbeda

Saat ini kalau Anda memesan tiket pesawat di travel agent manapun, kebanyakan maskapai penerbangan akan memberikan tiket elektronik. Anda akan diberi kode tiket dan dapat menukarkannya di kantor perwakilan maskapai dimanapun, atau bahkan di bandara menjelang keberangkatan.

Kalau Anda hendak memesan tiket, misalnya di kantor saya, setelah membayar transaksi dengan mentransfer sejumlah uang, Anda akan mendapatkan kode booking yang dapat Anda tunjukkan di counter penjualan bandara sebelum check in untuk mendapatkan print out elecronic ticket. Transaksi semacam ini lebih menghemat waktu ketimbang harus datang langsung ke travel agent atau kantor perwakilan maskapai.
Kadang, saat melakukan penerbangan Anda merasa heran kenapa harga tiket penumpang lain di sebelah Anda bisa berbeda harga. Bisa lebih murah, bisa pula jauh lebih mahal. Kenapa bisa demikian?

Harga yang bervariasi bisa terjadi karena setiap maskapai menjual tiket dengan harga yang bertingkat dan terbatas. Misalnya, untuk tiket perjalanan Bengkulu - Jakarta dengan harga 300 ribu rupiah hanya tersedia untuk 10 tempat duduk, harga 400 untuk 10 tempat duduk, hingga harga tertinggi misalnya 900 ribu rupiah untuk 20 tempat duduk. Meski harga berbeda, namun semua penumpang di dalam pesawat berada dalam kelas penerbangan yang sama. Jika kebetulan TA tempat Anda memesan tiket bisa booking dengan harga 300 ribu rupiah, Anda kebetulan sedang beruntung dari sepuluh orang yang berhasil mendapatkan harga senilai itu. Jika tiket dengan harga tersebut telah habis, mau tidak mau, maka TA akan memesankan tiket dengan nilai di atasnya sesuai dengan yang ada di sistem online. Demikian seterusnya. Harga-harga tiket ditentukan langsung oleh maskapai penerbagan, bukan dari TA.

Akibat tiket yang dijual secara berkelas itu, maka masing-masing TA akan berpacu waktu untuk mendapatkan tiket dengan harga terendah yang masih tersisa. Namun jika telah habis, maka calon penumpang mau tidak mau hanya mendapatkan tiket dengan harga yang lebih tinggi yang masih tersedia.

Kadang, menjelang keberangkatan maskapai akan menurunkan harga tiket karena masih banyak tempat duduk yang tersedia. Jika Anda sedang beruntung, Anda bisa mendapatkan tiket dengan harga murah.

Ada pula tiket yang sudah pasti murah. Istilahnya "tiket promo". Tiket ini biasanya hanya tersedia untuk 10 tempat duduk. Perbedaannya dengan tiket biasa, tiket promo ini hanya berlaku untuk hari keberangkatan. Jika Anda tidak jadi berangkat, maka Anda tidak dapat mendapatkan uang pengembalian atau tidak dapat memindahkan jadwal keberangkatan. Jika tidak berangkat maka tiket dianggap hangus.

Pada tiket biasa, jika Anda tidak jadi berangkat, maka bisa Anda me-refund tiket yang akan dipotong maskapai (biasanya) sebesar 50 persen dari harga pembelian. Demikian pula jika hendak mengubah jadwal, tetap akan dikenakan biaya pembatalan (cancelation fee).

Selasa, 29 April 2008

Kartika Air di Bumi Rafflesia

Besok tanggal 30 April Kartika Air terbang perdana. Untuk pertama kalinya Kartika Air melintasi rute Jakarta - Bengkulu dan sebaliknya. Jadwal penerbangan yang dipakai oleh maskapai penerbangan ini adalah Jakarta-Bengkulu pukul 07.00 WIB, sedangkan untuk Bengkulu-Jakarta pukul 08.45 WIB.

Kartika Air menggantikan jadwal yang selama ini digunakan oleh Adam Air, seperti yang kita ketahui Adam AIr sudah offline dari dunia penerbangan di seluruh Indonesia dan juga internasional (rute internasional Jakarta - Singapura dan sebaliknya). Semoga Kartika Air mampu memberikan kenyamanan, keamanan dan pelayanan yang terbaik kepada konsumennya dalam melakukan perjalanan melalui transportasi udara dari dan ke Bengkulu.

Saya sudah mengajukan permohonan untuk menjadi salah satu agen penjualan tiket pada perusahaan penerbangan ini, namun belum mendapatkan respon. Setelah saya konfirmasikan dengan pihak Kartika Air, mereka memberikan alasan bahwa berkas yang saya ajukan sudah diterima, tetapi karena jumlah agen yang diterima dibatasi hanya 15 (lima belas) travel agen atau BPW ( Biro Perjalan Wisata) saja. Dan saya bisa menerima alasannya, walau sedikit kecewa.

Walaupun tidak bisa menjadi salah satu agen Kartika Air bukan berarti saya tidak bisa melayani permintaan anda-anda sebagai konsumen saya yang ingin menggunakan jasa penerbangan ini. Silahkan memesannya ke saya jika menginginkan naik pesawat ini. :)

Minggu, 23 Maret 2008

Harga Tiket Bengkulu - Jakarta Melonjak

Wah...... Sejak Adam Air nggak terbang lagi, suasana penerbangan di Bengkulu yang hanya dilintasi 3 (tiga) kali perbangan saja - sebelumnya 5 (lima) kali, mengakibatkan penumpukan penumpang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Tarif tiket pesawatnya pun melambung tinggi, dalam sepekan ini bisa mencapai Rp 874.000,- (delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) untuk Lion AIr, bahkan sempat Rp 1.174.000,- ( satu juta seratus tujuh puluh empat ribu rupiah ), Sriwijaya AIr mencapai Rp 778.000,- (tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah), dan Batavia Air mencapai Rp 837.000,- (delapan ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah).
Ini membuktikan bahwa minat dan daya beli masyarakat Bengkulu sangat tinggi dalam menggunakan jasa transportasi udara. Dan besok pada tanggal 24 Maret 2008, merupakan hari puncak dalam dunia penerbangan di Bengkulu. Banyak sekali konsumen yang datang pada saya hari ini tapi kecewa karena di sistem reservasinya sudah penuh semua.

Bukan hanya penerbangan di Bengkulu saja, konsumen yang ingin melanjutkan ke kota tujuan lainnya juga sama. Ternyata dampak dari pasca berhentinya Adam Air membuat harga tiket melonjak drastis di semua segmen rute.

Jumat, 14 Maret 2008

Lokasi

Alhamdulillah. Walau baru memulai usaha. Tapi kesibukan di kantor sudah terlihat jelas. Perputaran stok tiket kami terhitung cukup cepat jika dibandingkan dengan teman lain yang baru juga membuka usaha yang sama.

Pada saat menempati tempat yang baru di kawasan Simpang Pagar Dewa menuju kearah bandara ini, tepatnya di Jl. DP. Negara No. 32 Pagar Dewa Bengkulu, banyak sekali teman-teman yang berkomentar "wah...jauh banget dari pusat kota neng, pasti sepi didaerah sana dan siapa yang akan datang kesana". Memang betul, tapi kalau semua usaha harus memilih tempat yang berada di tengah kota, lantas siapa yang akan membuka usaha di pinggiran kota? Terus, apakah orang yang berada dipinggiran kota harus pergi ke pusat kota untuk mencari Biro Perjalanan / Agent Perjalanan untuk mengurus dokumen perjalanan (tiket pesawat) yang akan mereka lakukan? Anda pasti bisa menjawabnya.
Saya tetap optimis bahwa usaha ini akan berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Banyak alasan mengapa saya memilih lokasi ini sebagai tempat usaha:

Pertama, jika kita ambil dari pusat kota mau ke bandar udara Fatmawati Soekarno Padang Kemiling... nah, wajib hukumnya melewati kantor saya. Begitupun sebaliknya, jika kita dari bandara mau ke pusat kota.

Kedua, dekat dengan tempat tinggal saya dan dekat dengan bandar udara Fatmawati Soekarno Padang Kemiling.

Ketiga, strategis karena berada di pinggir jalan raya. Sebelah kanan dari simpang pagar dewa menuju bandara jika dari arah kota dan sebelah kiri jika dari arah bandara. Jadi sangat mudah untuk mencarinya.

Mudah-mudahan kalau anda sempat berkunjung ke Bengkulu atau bahkan memang orang Bengkulu, bisa singgah walau sebentar dan saya akan menerima dengan senang hati. Apalagi kalau sampai meminta saya untuk mengurus dokumen perjalanan untuk rute berikutnya. Amin...

Jumat, 29 Februari 2008

Festival Tabot


Festival Tabot adalah sebuah tradisi perayaan yang dilaksanakan pada setiap tanggal 1 - 10 Muharam tahun Hijriyah (tahun dalam Islam). Festival ini biasanya diisi pertunjukan seni dan budaya Bengkulu di samping ritual Tabot itu sendiri. Festival ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. sejarah mengenai Fesitval Tabot bisa Anda dapatkan di sini (klik link).

Foto di atas merupakan hasil karya dari seorang fotografer Agah Permadi.

Kamis, 24 Januari 2008

Selamat Datang

Akhirnya saya memiliki blog juga. Selama ini saya hanya tahu blog dari kakak saya. Lalu kakak saya ini mendorong-dorong supaya punya blog. "Bisa menambah relasi," katanya. Saya pikir ya juga. Kenapa tidak.

Saat ini saya baru membuka usaha penjualan tiket pesawat dari dan ke Bengkulu, kota dimana saya tinggal dan dibesarkan. Juga usaha ekonomi lainnya. Tahun 2001 saya menempuh studi di bidang usaha jasa pariwisata di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Lalu setelah merampungkannya, saya kembali ke Bengkulu. Saya bekerja di beberapa perusahaan jasa pariwisata. Setelah menjalani status pegawai orang lain, saya berpikir untuk membuka usaha sendiri. Apalagi, saya pikir di Bengkulu ini usaha sejenis masih bisa bersaing. Pengalaman dan pengetahuan membuat saya memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri. Saya ingin menjadi pengusaha sukses. Mudah-mudahan usaha ini bisa berkembang menjadi besar.
Saya baru mencoba mempelajari usaha-usaha yang dijalankan dengan promosi online. Juga tentang internet marketing. Saya melihat komunitas tangan di atas yang dijalankan oleh pak Badroni Yazirman dan teman-temannya merupakan contoh yang luar biasa. Saya ingin seperti dia. Saya berharap bisa mengikuti jejak-jejak pengusaha seperti mereka ini.

Saya ingin pula mengenalkan Bengkulu lewat blog. Bisa jadi hanya berupa cerit-cerita aktivitas sehari-hari saya di kota kecil ini. Tapi setidaknya beginilah kehidupan saya di Bengkulu. Kapan-kapan kalau pembaca sedang berkunjung ke Bengkulu, mampirlan ke tempat saya. Insya Allah saya akan menerima kedatangan Anda dengan senang hati dan dengan rasa persaudaraan. Kalau mau mengunjungi tempat-tempat wisata di sini, saya akan tunjukkan tempat-tempat mana saja yang bisa Anda kunjungi dan nikmati. Bengkulu adalah kota kecil, kurang terkenal, tapi kaya tempat wisata alam yang indah-indah.

Blog adalah tempat baru bagi saya. Mungkin akan lebih banyak catatan harian yang ada di dalamnya. Saya akan senang sekali kalau ada masukan dari pembaca atau pengunjung blog saya. Silahkan tuliskan pesan atau komentar Anda untuk saya. Semoga saja saya bisa menjadi blogger yang baik seperti Anda. Selamat Datang.